oleh : ila nurhidayati 10311349
Seperti halnya sebuah rumah yang harus ditopang oleh tiang penyangga yang kokoh bisnis juga mengalami hal yang sama. Sebuah bisnis dapat berkembang dan bertahan ditengah arus yang tidak menentu jika memiliki komunikasi pemasaran yang kuat dengan strategi yang tepat. Keretakan pada sistem pemasaran ini akan berdampak besar bagi kelangsungan perusahaan, seperti menurunnya omset penjualan. Komunikasi dalam segala hal mutlak diperlukan, dalam hal bisnis ini diperlukan untuk memperkenalkan produk ataupun jasa yang mereka tawarkan kepada konsumen. Tidak salah jika ada pepatah yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang, Hal ini juga berlaku dalam pemasaran, perusahaan harus menjamin konsumen tidak pergi dan tetap menggunakan produknya. Komunikasi pemasaran dapat dilakukan dengan jalan promosi. Promosi adalah salah satu media yang baik untuk berkomunikasi dengan konsumen. Dewasa ini dalam melakukan komunikasi tersebut perusahaan memilih media iklan yang dinilai lebih efektif. Semakin berkembangnya tekhnologi saat ini ternyata juga berdampak pada media periklanan, perusahaan tinggal memilih media apa yang pas untuk perusahaannya tentunya yang sesuai dengan anggaran yang ada.
Komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk dipasar. Salah satu model kounikasi pemasaran
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 Mei 2011
Sabtu, 14 Mei 2011
SEMUA TENTANG KOMUNIKASI PEMASARAN
Oleh : Putri Emilia Kusumaningrum/10311338/Manajemen B
1.) Konsep Dasar
Tidak hanya mengemas produk secara apik agar para konsumen menjadi tertarik namun lebih kepada komunikasi yang dibangun oelh perusahaan untuk menjalin suatu hubungan yang efektif sehingga menimbulkan suatu dampak positif bagi para konsumen,pemasok,pengecer dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
2.) Arti Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses menciptakan suatu kesamaan antara kedua belah pihak yaitu dipemberi respon dan yang menerima respon tersebut sehingga tidak salah persepsi atau sudut pandang.
3.) Pengertian Komunikasi Pemasaran
Proses penyebaran informasi tentang suatu perusahaan dan produk-produk apa saja yang ditawarkannya kepada masyarakat.Komunikasi penting disampaikan kepada konsumen untuk meberitahu hal-hal sebagai berikut :
• Tersedianya suatu penawaran (offering)
• Benefit unik dari penawaran tersebut
• Di mana dan kapan dapat diperoleh dan digunakan penawaran di atas.
4.) Tujuan Komunikasi Pemasaran
• Membangkitkan keinginan atas suatu kategori produk
• Brand Awarness
• Intention
• Mefasilitasi pembelian
5.) Bauran Komunikasi Pemasaran
Maksudnya adalah program komunikasi pemasaran total perusahaan yang terdiri atas iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan penyebaran informasi tentang perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya kepada pasar(market). Ketika suatu perusahaan merancang strategi komunikasi maka tugas pemasar adalah membuka wawasannya agar berfikir dalam kerangka komunikasi pemasaran terpadu, yitu memanfaatkan beragam eleman bauran komunikasi yang berbeda-beda agar terciptanya keterkaitan(koheren) yang saling mendukung.Kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pemasaran saat ini mengakibatkan komunikasi perusahaan tidak lagi terbatas,gaya(style) dan harga produk, bentuk dan warna kemasan,tata cara dan busana para pramuniaga,dekorasi ruangan,alat tulis kantor semuanya mengkomunikasikan suatu hal tertentu kepada pelanggan.
6.) Tiga media iklan yang pantas diberi catatan khusus
• Advertorial adalah iklan cetak yang memuat teks editorial.
• Infomersial adalah sebuah iklan tv berdurasi 30 menit yang mengupas atau menawarkan sebuah produk. Pemirsa dapat langsung memesan dengan menelpon sehingga dampak dari infomersial langsung dapat diukur.
• Banner adalah tanda kecil di halaman Web yang menyajikan iklan produk atau perusahaan dengan cara mengklik banner tersebut.
7.) Hambatan Komunikasi
• Hambatan pada Sumber
- Biasanya pada sumber-sumber umum berupa perumusan tujuan yang kurang jelas. Hal ini sering terjadi karena kurangnya fokus terhadap benefit produk. Kegagalan pada tahap ini bisa berdampak pada perumusan pesan iklan yang tak jelas kaitannya dengan kebutuhan konsumen.
• Hambatan dalam Proses Encoding
- Hal ini misalnya pada copy writer dan perancang iklan yang lebih terobsesi membuat iklan yang original ketimbang fokus pada penyampaian benefit produk. Sehingga iklan tersebut mungkin sukses menarik perhatian tetapi gagal mengkonsumsikan benefit produk kepada konsumen. Iklan uang menyesatkan juga dapat digolongkan sebagai hambatan dalam proses ecording karena dari awal tidak meberikan gambaran yang sebenarnya terhadap benefit suatu produk.
• Hambatan dalam Proses Decoding
- Buruknya konsep produk dan kegagalan dalam mengembangkan pesan iklan yang televan dengan kebutuhan konsumen bisa menimbulkan hambatan proses decoding. Konsumen pada umumnya mengabaikan pesan yang tidak menarik minat mereka. Konsumen juga akan menolak pesan apabila pesan dirasa tidak menarik dan tidak kredibel.
1.) Konsep Dasar
Tidak hanya mengemas produk secara apik agar para konsumen menjadi tertarik namun lebih kepada komunikasi yang dibangun oelh perusahaan untuk menjalin suatu hubungan yang efektif sehingga menimbulkan suatu dampak positif bagi para konsumen,pemasok,pengecer dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
2.) Arti Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses menciptakan suatu kesamaan antara kedua belah pihak yaitu dipemberi respon dan yang menerima respon tersebut sehingga tidak salah persepsi atau sudut pandang.
3.) Pengertian Komunikasi Pemasaran
Proses penyebaran informasi tentang suatu perusahaan dan produk-produk apa saja yang ditawarkannya kepada masyarakat.Komunikasi penting disampaikan kepada konsumen untuk meberitahu hal-hal sebagai berikut :
• Tersedianya suatu penawaran (offering)
• Benefit unik dari penawaran tersebut
• Di mana dan kapan dapat diperoleh dan digunakan penawaran di atas.
4.) Tujuan Komunikasi Pemasaran
• Membangkitkan keinginan atas suatu kategori produk
• Brand Awarness
• Intention
• Mefasilitasi pembelian
5.) Bauran Komunikasi Pemasaran
Maksudnya adalah program komunikasi pemasaran total perusahaan yang terdiri atas iklan, penjualan pribadi, promosi penjualan dan hubungan masyarakat yang dipergunakan perusahaan untuk mencapai tujuan penyebaran informasi tentang perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya kepada pasar(market). Ketika suatu perusahaan merancang strategi komunikasi maka tugas pemasar adalah membuka wawasannya agar berfikir dalam kerangka komunikasi pemasaran terpadu, yitu memanfaatkan beragam eleman bauran komunikasi yang berbeda-beda agar terciptanya keterkaitan(koheren) yang saling mendukung.Kemajuan teknologi dan perkembangan ilmu pemasaran saat ini mengakibatkan komunikasi perusahaan tidak lagi terbatas,gaya(style) dan harga produk, bentuk dan warna kemasan,tata cara dan busana para pramuniaga,dekorasi ruangan,alat tulis kantor semuanya mengkomunikasikan suatu hal tertentu kepada pelanggan.
6.) Tiga media iklan yang pantas diberi catatan khusus
• Advertorial adalah iklan cetak yang memuat teks editorial.
• Infomersial adalah sebuah iklan tv berdurasi 30 menit yang mengupas atau menawarkan sebuah produk. Pemirsa dapat langsung memesan dengan menelpon sehingga dampak dari infomersial langsung dapat diukur.
• Banner adalah tanda kecil di halaman Web yang menyajikan iklan produk atau perusahaan dengan cara mengklik banner tersebut.
7.) Hambatan Komunikasi
• Hambatan pada Sumber
- Biasanya pada sumber-sumber umum berupa perumusan tujuan yang kurang jelas. Hal ini sering terjadi karena kurangnya fokus terhadap benefit produk. Kegagalan pada tahap ini bisa berdampak pada perumusan pesan iklan yang tak jelas kaitannya dengan kebutuhan konsumen.
• Hambatan dalam Proses Encoding
- Hal ini misalnya pada copy writer dan perancang iklan yang lebih terobsesi membuat iklan yang original ketimbang fokus pada penyampaian benefit produk. Sehingga iklan tersebut mungkin sukses menarik perhatian tetapi gagal mengkonsumsikan benefit produk kepada konsumen. Iklan uang menyesatkan juga dapat digolongkan sebagai hambatan dalam proses ecording karena dari awal tidak meberikan gambaran yang sebenarnya terhadap benefit suatu produk.
• Hambatan dalam Proses Decoding
- Buruknya konsep produk dan kegagalan dalam mengembangkan pesan iklan yang televan dengan kebutuhan konsumen bisa menimbulkan hambatan proses decoding. Konsumen pada umumnya mengabaikan pesan yang tidak menarik minat mereka. Konsumen juga akan menolak pesan apabila pesan dirasa tidak menarik dan tidak kredibel.
Senin, 09 Mei 2011
Personal Selling
Generosa Amalia Qur'ani
10311315
Salah satu strategi komunikasi pemasaran yaitu personal selling.
Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. Sifat-sifat personal selling antara lain :
• Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara 2 orang atau lebih.
• Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai dengan suatu hubungan yang lebih akrab.
• Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi. Oleh karena sifat-sifat tersebut maka metode ini mempunyai kelebihan antara lain operasinya lebih fleksibel karena penjual dapat mengamati reaksi pelanggan dan menyesuaikan pendekatannya, usaha yang sia-sia dapat diminimalkan, pelanggan yang berminat biasanya langsung membeli, dan penjual dapat membina hubungan jangka panjang dengan pelanggannya. Namun karena menggunakan armada penjual yang relatif besar, maka metode ini biasanya mahal. Di samping itu, spesifikasi penjual yang diinginkan perusahaan mungkin sulit dicari. Meskipun demikian, personal selling tetaplah penting dan biasanya dipakai untuk mendukung metode promosi lainnya. Aktivitas personal selling memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut :
1. Prospecting, yaitu mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka.
2. Targeting, yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli.
3. Communicating, yaitu memberi informasi mengenai produk perusahaan kepada pelanggan.
4. Selling, yakni mendekati, mempresentasikan dan mendemonstrasikan, mengatasi penolakan, serta menjual produk kepada pelanggan.
5. Servicing, yakni Memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan.
6. Information gathering, yakni melakukan riset dan intelijen pasar.
7. Allocating, yaitu menentukan pelanggan yang akan dituju.
Penjual yang ditugaskan untuk melakukan personal selling harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :
1. Salesmanship
Penjual harus memiliki pengetahuan tentang produk dan menguasai seni menjual, seperti cara mendekati pelanggan, memberikan presentasi dan demonstrasi, mengatasi penolakan pelanggan, dan mendorong pembelian.
2. Negotiating
Penjual harus mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi tentang syarat-syarat penjualan.
3. Relationship marketing
Penjual harus tahu cara membina dan memelihara hubungan balk dengan para pelanggan. Berdasarkan tugas dan posisinya, penjual dapat diklasifikasikan menjadi enam macam tipe, yaitu :
1. Deliverer (driver sales person), yaitu penjual yang tugas utamanya mengantar produk ke tempat pembeli.
2. Order getter, yaitu penjual yang mencari pembeli atau mendatangi pembeli (sifat kerjanya di luar).
3. Order taker, yaitu penjual yang melayani pelanggan di dalam outlet (sifat kerjanya di dalam).
4. Missionary sales people (merchandiser, retailer), yaitu penjual yang ditugaskan untuk mendidik/melatih dan membangun goodwill dengan pelanggan atau calon pelanggan. Misalnya melatih wiraniaga perantara, menjelaskan program promosi perusahaan kepada perantara.
5. Technical specialist (technician), yaitu penjual yang harus memiliki atau memberikan pengetahuan teknis kepada pelanggan.
6. Demand creator, yaitu penjual yang harus memiliki kreativitas dalam menjual produk (tangible dan intangible).
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1991536-personal-selling.
dan beberapa pendapat.
10311315
Salah satu strategi komunikasi pemasaran yaitu personal selling.
Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya. Sifat-sifat personal selling antara lain :
• Personal confrontation, yaitu adanya hubungan yang hidup, langsung, dan interaktif antara 2 orang atau lebih.
• Cultivation, yaitu sifat yang memungkinkan berkembangnya segala macam hubungan, mulai dari sekedar hubungan jual beli sampai dengan suatu hubungan yang lebih akrab.
• Response, yaitu situasi yang seolah-olah mengharuskan pelanggan untuk mendengar, memperhatikan, dan menanggapi. Oleh karena sifat-sifat tersebut maka metode ini mempunyai kelebihan antara lain operasinya lebih fleksibel karena penjual dapat mengamati reaksi pelanggan dan menyesuaikan pendekatannya, usaha yang sia-sia dapat diminimalkan, pelanggan yang berminat biasanya langsung membeli, dan penjual dapat membina hubungan jangka panjang dengan pelanggannya. Namun karena menggunakan armada penjual yang relatif besar, maka metode ini biasanya mahal. Di samping itu, spesifikasi penjual yang diinginkan perusahaan mungkin sulit dicari. Meskipun demikian, personal selling tetaplah penting dan biasanya dipakai untuk mendukung metode promosi lainnya. Aktivitas personal selling memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut :
1. Prospecting, yaitu mencari pembeli dan menjalin hubungan dengan mereka.
2. Targeting, yaitu mengalokasikan kelangkaan waktu penjual demi pembeli.
3. Communicating, yaitu memberi informasi mengenai produk perusahaan kepada pelanggan.
4. Selling, yakni mendekati, mempresentasikan dan mendemonstrasikan, mengatasi penolakan, serta menjual produk kepada pelanggan.
5. Servicing, yakni Memberikan berbagai jasa dan pelayanan kepada pelanggan.
6. Information gathering, yakni melakukan riset dan intelijen pasar.
7. Allocating, yaitu menentukan pelanggan yang akan dituju.
Penjual yang ditugaskan untuk melakukan personal selling harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :
1. Salesmanship
Penjual harus memiliki pengetahuan tentang produk dan menguasai seni menjual, seperti cara mendekati pelanggan, memberikan presentasi dan demonstrasi, mengatasi penolakan pelanggan, dan mendorong pembelian.
2. Negotiating
Penjual harus mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi tentang syarat-syarat penjualan.
3. Relationship marketing
Penjual harus tahu cara membina dan memelihara hubungan balk dengan para pelanggan. Berdasarkan tugas dan posisinya, penjual dapat diklasifikasikan menjadi enam macam tipe, yaitu :
1. Deliverer (driver sales person), yaitu penjual yang tugas utamanya mengantar produk ke tempat pembeli.
2. Order getter, yaitu penjual yang mencari pembeli atau mendatangi pembeli (sifat kerjanya di luar).
3. Order taker, yaitu penjual yang melayani pelanggan di dalam outlet (sifat kerjanya di dalam).
4. Missionary sales people (merchandiser, retailer), yaitu penjual yang ditugaskan untuk mendidik/melatih dan membangun goodwill dengan pelanggan atau calon pelanggan. Misalnya melatih wiraniaga perantara, menjelaskan program promosi perusahaan kepada perantara.
5. Technical specialist (technician), yaitu penjual yang harus memiliki atau memberikan pengetahuan teknis kepada pelanggan.
6. Demand creator, yaitu penjual yang harus memiliki kreativitas dalam menjual produk (tangible dan intangible).
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1991536-personal-selling.
dan beberapa pendapat.
Minggu, 08 Mei 2011
KOMUNIKASI PEMASARAN
Wilma Raahauge (10311332)
Komunikasi pemasaran berupa promosi penjualan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain: sampel, kupon, kemasan harga khusus / paket harga, premi, trading stamp / stiker dagang, demonstrasi, tawaran uang kembali (money-refund affer), promosi dagang, pemajangan di tempat pembeli, pameran dagang, kontes, undian, permainan.
Selain promosi terdapat pula komunikasi pemasaran yang lain. Komunikasi pemasaran tersebut antara lain:
1. Iklan
Merupakan persentasi terhadap suatu barang ataupun jasa yang bukan dilakukan oleh orang secara langsung tetapi berupa promosi gagasan.
2. Pemasaran Langsung
Merupakan pemasaran yang dilakukan melalui media. Media yang digunakan antara lain lewat sms, telepon, fax, email dan lain sebagainya. Biasanya dalam pemasaran langsung ini terjadi dialog langsung untuk meminta tanggapan.
3. Penjualan Pribadi
Dalam penjualan pribadi ini, terjadi interaksi tatap muka dengan satu atau beberapa calon pembeli.
4. Hubungan Masyarakat dan Pemberitaan
Dalam hubungan masyarakat dan pemberitaan ini biasanya dibuat program-program tertentu yang bertujuan untuk mempromosikan barang, atau bisa juga bertujuan untuk memperlihatkan image positif bagi perusahaan kepada masyarakat.
5. Acara Khusus dan Pengalaman
Dalam hal ini perusahaan memberikan sponsor untuk acara-acara yang memiliki kegiatan interaktif di dalamnya.
Komunikasi pemasaran berupa promosi penjualan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain: sampel, kupon, kemasan harga khusus / paket harga, premi, trading stamp / stiker dagang, demonstrasi, tawaran uang kembali (money-refund affer), promosi dagang, pemajangan di tempat pembeli, pameran dagang, kontes, undian, permainan.
Selain promosi terdapat pula komunikasi pemasaran yang lain. Komunikasi pemasaran tersebut antara lain:
1. Iklan
Merupakan persentasi terhadap suatu barang ataupun jasa yang bukan dilakukan oleh orang secara langsung tetapi berupa promosi gagasan.
2. Pemasaran Langsung
Merupakan pemasaran yang dilakukan melalui media. Media yang digunakan antara lain lewat sms, telepon, fax, email dan lain sebagainya. Biasanya dalam pemasaran langsung ini terjadi dialog langsung untuk meminta tanggapan.
3. Penjualan Pribadi
Dalam penjualan pribadi ini, terjadi interaksi tatap muka dengan satu atau beberapa calon pembeli.
4. Hubungan Masyarakat dan Pemberitaan
Dalam hubungan masyarakat dan pemberitaan ini biasanya dibuat program-program tertentu yang bertujuan untuk mempromosikan barang, atau bisa juga bertujuan untuk memperlihatkan image positif bagi perusahaan kepada masyarakat.
5. Acara Khusus dan Pengalaman
Dalam hal ini perusahaan memberikan sponsor untuk acara-acara yang memiliki kegiatan interaktif di dalamnya.
apa itu komunikasi pemasaran?
Oleh : Rony N. (10311314)
Promosi merupakan salah satu factor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya.
Pentingnya promosi dapat digambarkan lewat perumpamaan bahwa pemasaran tanpa promosi dapat diibaratkan seorang pria berkaca mata hitam yang dari tempat gelap pada malam kelam mengedipkan matanya pada seorang gadis cantik di kejauhan. Tak seorang pun yang tahu apa yang dilakukan pria tersebut selain dirinya sendiri.
Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Ada tiga unsure pokok struktur proses komunikasi pemasaran yakni
1. Pelaku komunikasi
Terdiri atas pengirim (sender) atau komunikator yang menyampaikan pesan dan penerima (receiver) atau komunikasi pesan.
2. Material komunikasi
Ada beberapa material komunikasi pemasaran yang penting, yaitu
a. Gagasan
b. Pesan (message)
c. Media
d. Response
e. Feed back
f. Gangguan (noise)
3. Proses komunikasi
Proses penyampaian pesan (dari pengirim kepada penerima) maupun pengiriman kembali respon (dari penerima kepada pengirim) akan memerlukan dua kegiataan yaitu encoding (fungsi mengirim) dan decoding (fungsi menerima).
Promosi merupakan salah satu factor penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu produk, bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk itu akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah membelinya.
Pentingnya promosi dapat digambarkan lewat perumpamaan bahwa pemasaran tanpa promosi dapat diibaratkan seorang pria berkaca mata hitam yang dari tempat gelap pada malam kelam mengedipkan matanya pada seorang gadis cantik di kejauhan. Tak seorang pun yang tahu apa yang dilakukan pria tersebut selain dirinya sendiri.
Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Ada tiga unsure pokok struktur proses komunikasi pemasaran yakni
1. Pelaku komunikasi
Terdiri atas pengirim (sender) atau komunikator yang menyampaikan pesan dan penerima (receiver) atau komunikasi pesan.
2. Material komunikasi
Ada beberapa material komunikasi pemasaran yang penting, yaitu
a. Gagasan
b. Pesan (message)
c. Media
d. Response
e. Feed back
f. Gangguan (noise)
3. Proses komunikasi
Proses penyampaian pesan (dari pengirim kepada penerima) maupun pengiriman kembali respon (dari penerima kepada pengirim) akan memerlukan dua kegiataan yaitu encoding (fungsi mengirim) dan decoding (fungsi menerima).
Sabtu, 07 Mei 2011
KOMUNIKASI PEMASARAN
Sebenarnya hingga saat ini definisi yang tepat untuk komunikasi pemasaran masih simpang siur. Hal ini disebabkan oleh pijakan komunikasi pemasaran itu yang tidak jelas sevagai suatu proses organisasi dan system. Sebelumnya, memang secara umum orang menempatkan komunikasi pemasaran berada dibawah periklanan dan promosi, namun pada perkembangannya saat ini, komunikasi pemasaran muncul sebagai suatu bentuk komunikasi yang lebih kompleks dan berbeda. Dan pada akhirnya, banyak akademisi dan praktisi mendefinisikan komunikasi pemasaran sebagai berikut.
“ Semua elemen-elemen promosi dari marketing mix yang melibatkan komunikasi antar organisasi dan target audience pada segala bentuknya yang ditujukan untuk performance pemasaran “
Target audience di sini diartikan sebagai orang-orang yang terlibat dan tertuju, baik dalam proses komunikasi antara organisasi atau mereka yang berada di luar organisasi itu sendiri. Jika demikian, maka tidak heran bila akhirnya komunikasi pemasaran akan bias dengan komunikasi organisasi. Padahal, jelas bahwa komunikasi corporate atau yang dikenal dengan komunikasi organisasi dalam hubungan internal perusahaan lebih fokus pada masalah internal perusahaan itu sendiri, seperti pengukuran kendala internal SDM perusahaan, memahami iklim perusahaan, alur simpul komunikasi organisasi perusahaan, dan lain-lain. Komunikasi pemasaran eksternal lebih membahas pada pemasaran dan komunikasi bisnis dalam tataran organisasi untuk hubungannya dengan pemilihan target khalaya, segmentasi, dsb.
Secara nalar dapat dikatakan , argument kita pasti mengarah bahwa komunikasi pemasaran memiliki konsep yang lebih luas dari promosi. Namun, dalam upaya menyeragamkan pemikiran, maka perlulah kita sepakat untuk tidak membedakan pengertian semua itu dalam upaya menggeneralisasikan dalam pemikiran tentang komunikasi pemasaran.
oleh:Yoga Kinayung (10311322)
“ Semua elemen-elemen promosi dari marketing mix yang melibatkan komunikasi antar organisasi dan target audience pada segala bentuknya yang ditujukan untuk performance pemasaran “
Target audience di sini diartikan sebagai orang-orang yang terlibat dan tertuju, baik dalam proses komunikasi antara organisasi atau mereka yang berada di luar organisasi itu sendiri. Jika demikian, maka tidak heran bila akhirnya komunikasi pemasaran akan bias dengan komunikasi organisasi. Padahal, jelas bahwa komunikasi corporate atau yang dikenal dengan komunikasi organisasi dalam hubungan internal perusahaan lebih fokus pada masalah internal perusahaan itu sendiri, seperti pengukuran kendala internal SDM perusahaan, memahami iklim perusahaan, alur simpul komunikasi organisasi perusahaan, dan lain-lain. Komunikasi pemasaran eksternal lebih membahas pada pemasaran dan komunikasi bisnis dalam tataran organisasi untuk hubungannya dengan pemilihan target khalaya, segmentasi, dsb.
Secara nalar dapat dikatakan , argument kita pasti mengarah bahwa komunikasi pemasaran memiliki konsep yang lebih luas dari promosi. Namun, dalam upaya menyeragamkan pemikiran, maka perlulah kita sepakat untuk tidak membedakan pengertian semua itu dalam upaya menggeneralisasikan dalam pemikiran tentang komunikasi pemasaran.
oleh:Yoga Kinayung (10311322)
Kamis, 05 Mei 2011
Komunikasi Pemasaran Sosial
oleh : Dina Ekayanti
Ketika berbicara strategi social marketing atau pemasaran sosial, pertanyaan
pertama yang muncul adalah wujud rancangan strategi. Selanjutnya yang menjadi hal
penting adalah cara menyusun strategi dan cara menerapkannya. Lalu dari mana
organisasi nirlaba harus memulai? Apakah dengan mengadopsi begitu saja strategi
pemasaran bisnis dalam “menjual” gagasan?
Strategi pemasaran bisnis = pemasaran sosial?
Berdasarkan definisi dari para ahli, social marketing pada dasarnya
merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk “menjual” gagasan dalam
rangka mengubah sebuah masyarakat, terutama dalam manajemen yang mencakup
analisa, perencanaan, implementasi dan pengawasan.
Lalu bagaimana organisasi nirlaba perlu memahami dan merancang strategi
social marketing berdasarkan pemahaman ini? Selain penerapan 9 elemen marketing
yang telah dikenal (segmentasi pasar, target, positioning, diferensiasi, marketing mix,
selling, brand, service dan process), pada dasarnya marketing menurut Hermawan
Kertajaya adalah sesuatu yang sederhana. Ia mengumpamakannya sebagai seni
“menjual” diri (selling self) atau organisasi. Apabila seseorang atau organisasi
mempraktikkan prinsip-prinsip: promosi tanpa memaksa, memahami dan menerapkan
positioning secara tepat, memahami branding dan diferensiasi berarti lembaga atau
seseorang perusahaan telah menjalankan marketing dengan benar.
Apa saja landasan pemasaran secara umum yang dapat diterapkan pada
pemasaran sosial? Hermawan mengistilahkan dasar-dasar marketing sebagai “3i
Marketing Triangle”, yaitu positioning (cara sasaran/publik yang hendak diubah
perilakunya mendefinisikan perusahaan/organisasi dengan kompetitor), differentiation
(perbedaan ) dan brand (keunikan, ketajaman, dan fokus sebuah produk
dibandingkan dengan produk lainnya, bisa berupa logo dan bentuk unik).
Yang dimaksud dengan cause promotions adalah upaya menyediakan dana
dalam bentuk kontribusi atau sumber lainnya untuk meningkatkan kesadaran atau
kepedulian terhadap masalah sosial. Pilihan lainnya adalah cause related marketing,
yaitu komitmen untuk menyumbangkan atau mendonasi sejumlah uang dari
penjualan produk. Yang ketiga adalah social marketing, yang merupakan upaya untuk
mendukung implementasi dan/atau mengubah perilaku masyarakat. Yang berikutnya,
filantropi perusahaan, sebagai contoh membuat kontribusi langsung dalam
menyumbangkan sejumlah dana untuk kemanusiaan. Yang kelima, community
volunteering, yaitu upaya perusahaan dalam mendukung kegiatan karyawan dalam
kegiatan sukarela.
Poin yang paling akhir yang paling sulit dilaksanakan oleh dunia bisnis adalah
socially responsibility bussiness practices. Sebagaimana yang dilakukan oleh Anita
Roddick dengan “The Body Shop”. Ia yang melakukan hal ini dengan membeli produk
langsung dari komunitas atau suku asli yang membudidayakan tanaman di
daerahnya, seperti Brazilian Nut. Hal lain yang juga dilakukan perusahaan kosmetik
dan perawatan kesehatan ini adalah membuat semua produknya melalui proses yang
ramah lingkungan.
Marketing seharusnya tidak dipandang hanya sebagai sebuah alat atau
seolah anggota tubuh. Pandanglah marketing sebagai sebuah keseluruhan (the
whole), sesuatu yang menyeluruh. Menurut Hermawan, di masa kini visi, misi dan
nilai-nilai organisasi tidak hanya melibatkan intelektualitas (mind) dan hati (heart),
melainkan juga ruh (spirit). Penjabaran dapat dilihat pada bagan “3² Values-Based
Matrix”. Intinya, pandanglah marketing sebagai the whole (menyeluruh dan utuh) dan
bukan sekadar alat atau diandaikan anggota tubuh. Kuasai filosofi branding dan unsur
segitiga pemasaran lainnya!
Penerapan teknik pemasaran dalam melaksanakan program-program
organisasi nirlaba membutuhkan strategi. Tentu saja strategi yang digunakan sedikit
berbeda dibandingkan dengan memasarkan produk barang. Menurut Linda D.
Ibrahim perbedaan yang prinsip terletak pada tambahan “2 P” pada marketing mix
bisnis yang hanya terdiri dari “4 P”. Yaitu, partnership (kemitraan) dan policy
(kebijakan).
Apa artinya? Praktik pemasaran sosial tak ada artinya apabila kemitraan tidak
dijadikan tujuan organisasi. Menurut Andreason, penekanannya adalah pada
masyarakat luas, langsung mempengaruhi perilaku dan kebutuhan atau kepentingan
target sasaran sebagai dasar pertimbangan. Demikian pula, social marketing tak ada
artinya apabila tidak diikuti atau dilanjutkan dengan upaya mendorong tersusunnya
sebuah kebijakan.
Salah satu contoh pembentukan sistem kebijakan adalah adanya
tax reduction (pemotongan pajak) bagi lembaga atau korproasi yang menyumbang.
Pajak yang jumlahnya reduksi ini bisa menjadi bagian dari advokasi organisasi nirlaba
sehingga pada akhirnya organisasi tidak tergantung semata-mata kepada donor.
Komunikasi Publik dan Social Marketing
Komunikasi publik dan pemasaran sosial dapat bertemu pada dua hal. Yaitu,
“public communication of public interest” dan “involving public” (“Public
Communication Campaigns”, Ronald E. Rice & Charles K. Atkin, Sage, 2000). Jadi,
keduanya merupakan upaya komunikasi publik untuk menyuarakan kebutuhan
masyarakat dan sifatnya melibatkan masyarakat. Keduanya tak terpisahkan dan
saling mempengaruhi.
Mengapa upaya menyampaikan gagasan untuk mengubah perilaku
masyarakat kerapkali kurang berhasil? Atau, bahkan gagal? Salah satu penyebab,
adalah gagalnya organisasi dalam melakukan komunikasi publik. Atau, bisa jadi
gagasan organisasi tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut pakar komunikasi, Effendi Ghazali, masalah komunikasi publik dan
pemasaran sosial di Indonesia pada umumnya disebabkan karena: 1.) Publik kurang
dianggap penting di Indonesia, dan akhirnya komunikasi publik kurang berkembang.
Publik selama ini lebih diwakili oleh sekelompok orang dalam aksi demo, misalnya. 2.)
Media massa sedang ada di masa transisi dari sistem otoriter ke libertarian; 32.)
Komunikasi publik sering tercampur dengan sosialisasi, dan 43.) Pemasaran sosial
sering tercampur dengan kehumasan (Public Relation). Pada akhirnya, dibutuhkan
sebuah proses yang cukup panjang agar semua proses “belajar” masyarakat berjalan
lancar.
Konsultasi publik adalah bagian dari public communication. Public relation
merupakan salah satu alat untuk konsultasi publik. Cara melakukannya adalah
dengan menyelenggarakan forum komunikasi untuk mengonsultasikan dengan publik
tentang kepentingan publik antara pihak tertentu dengan aneka stakeholders yang
telah dianalisis sedemikian rupa relevansinya dengan kepentingan publik yang ingin
dibahas. Pentingnya 70% “Konsultasi Publik” dan 30% saja “Sosialisasi”. Yang sering
terjadi di Indonesia adalah tidak dilakukannya konsultasi publik, yang diganti dengan
penonjolan “sosialisasi”. Sosialisasi yang dimaksud adalah dalam konteks “memaksa”
atau “mempersuasi” masyarakat untuk menerima suatu kebijakan pemerintah
Yang sebaiknya dilakukan organisasi adalah mengarahkan hubungan
masyarakat (kehumasan) kepada pemasaran sosial yang sesungguhnya. Langkah
awalnya adalah dengan menciptakan makna bersama-sama dengan publik yang
menjadi sasaran program.
Hal lain yang jadi kendala, menurut Effendi, ada semacam sistem yang belum
tersentuh oleh publik dalam hal pelaksanaan konsultasi publik oleh departemen
maupun badan legislatif (DPR). Dalam pelaksanaan konsultasi publik, DPR dan
departemen sesungguhnya memiliki anggaran dalam jumlah yang cukup besar.
Effendi menyarankan instansi dan legislatif melakukan tender yang transparan agar
publik benar-benar dapat terlibat dan proses konsultasi publik benar-benar berjalan.
Inilah merupakan salah satu syarat dari social marketing efektif, yaitu formasi
kebijakan atau policy formulation.
Ketika berbicara strategi social marketing atau pemasaran sosial, pertanyaan
pertama yang muncul adalah wujud rancangan strategi. Selanjutnya yang menjadi hal
penting adalah cara menyusun strategi dan cara menerapkannya. Lalu dari mana
organisasi nirlaba harus memulai? Apakah dengan mengadopsi begitu saja strategi
pemasaran bisnis dalam “menjual” gagasan?
Strategi pemasaran bisnis = pemasaran sosial?
Berdasarkan definisi dari para ahli, social marketing pada dasarnya
merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk “menjual” gagasan dalam
rangka mengubah sebuah masyarakat, terutama dalam manajemen yang mencakup
analisa, perencanaan, implementasi dan pengawasan.
Lalu bagaimana organisasi nirlaba perlu memahami dan merancang strategi
social marketing berdasarkan pemahaman ini? Selain penerapan 9 elemen marketing
yang telah dikenal (segmentasi pasar, target, positioning, diferensiasi, marketing mix,
selling, brand, service dan process), pada dasarnya marketing menurut Hermawan
Kertajaya adalah sesuatu yang sederhana. Ia mengumpamakannya sebagai seni
“menjual” diri (selling self) atau organisasi. Apabila seseorang atau organisasi
mempraktikkan prinsip-prinsip: promosi tanpa memaksa, memahami dan menerapkan
positioning secara tepat, memahami branding dan diferensiasi berarti lembaga atau
seseorang perusahaan telah menjalankan marketing dengan benar.
Apa saja landasan pemasaran secara umum yang dapat diterapkan pada
pemasaran sosial? Hermawan mengistilahkan dasar-dasar marketing sebagai “3i
Marketing Triangle”, yaitu positioning (cara sasaran/publik yang hendak diubah
perilakunya mendefinisikan perusahaan/organisasi dengan kompetitor), differentiation
(perbedaan ) dan brand (keunikan, ketajaman, dan fokus sebuah produk
dibandingkan dengan produk lainnya, bisa berupa logo dan bentuk unik).
Yang dimaksud dengan cause promotions adalah upaya menyediakan dana
dalam bentuk kontribusi atau sumber lainnya untuk meningkatkan kesadaran atau
kepedulian terhadap masalah sosial. Pilihan lainnya adalah cause related marketing,
yaitu komitmen untuk menyumbangkan atau mendonasi sejumlah uang dari
penjualan produk. Yang ketiga adalah social marketing, yang merupakan upaya untuk
mendukung implementasi dan/atau mengubah perilaku masyarakat. Yang berikutnya,
filantropi perusahaan, sebagai contoh membuat kontribusi langsung dalam
menyumbangkan sejumlah dana untuk kemanusiaan. Yang kelima, community
volunteering, yaitu upaya perusahaan dalam mendukung kegiatan karyawan dalam
kegiatan sukarela.
Poin yang paling akhir yang paling sulit dilaksanakan oleh dunia bisnis adalah
socially responsibility bussiness practices. Sebagaimana yang dilakukan oleh Anita
Roddick dengan “The Body Shop”. Ia yang melakukan hal ini dengan membeli produk
langsung dari komunitas atau suku asli yang membudidayakan tanaman di
daerahnya, seperti Brazilian Nut. Hal lain yang juga dilakukan perusahaan kosmetik
dan perawatan kesehatan ini adalah membuat semua produknya melalui proses yang
ramah lingkungan.
Marketing seharusnya tidak dipandang hanya sebagai sebuah alat atau
seolah anggota tubuh. Pandanglah marketing sebagai sebuah keseluruhan (the
whole), sesuatu yang menyeluruh. Menurut Hermawan, di masa kini visi, misi dan
nilai-nilai organisasi tidak hanya melibatkan intelektualitas (mind) dan hati (heart),
melainkan juga ruh (spirit). Penjabaran dapat dilihat pada bagan “3² Values-Based
Matrix”. Intinya, pandanglah marketing sebagai the whole (menyeluruh dan utuh) dan
bukan sekadar alat atau diandaikan anggota tubuh. Kuasai filosofi branding dan unsur
segitiga pemasaran lainnya!
Penerapan teknik pemasaran dalam melaksanakan program-program
organisasi nirlaba membutuhkan strategi. Tentu saja strategi yang digunakan sedikit
berbeda dibandingkan dengan memasarkan produk barang. Menurut Linda D.
Ibrahim perbedaan yang prinsip terletak pada tambahan “2 P” pada marketing mix
bisnis yang hanya terdiri dari “4 P”. Yaitu, partnership (kemitraan) dan policy
(kebijakan).
Apa artinya? Praktik pemasaran sosial tak ada artinya apabila kemitraan tidak
dijadikan tujuan organisasi. Menurut Andreason, penekanannya adalah pada
masyarakat luas, langsung mempengaruhi perilaku dan kebutuhan atau kepentingan
target sasaran sebagai dasar pertimbangan. Demikian pula, social marketing tak ada
artinya apabila tidak diikuti atau dilanjutkan dengan upaya mendorong tersusunnya
sebuah kebijakan.
Salah satu contoh pembentukan sistem kebijakan adalah adanya
tax reduction (pemotongan pajak) bagi lembaga atau korproasi yang menyumbang.
Pajak yang jumlahnya reduksi ini bisa menjadi bagian dari advokasi organisasi nirlaba
sehingga pada akhirnya organisasi tidak tergantung semata-mata kepada donor.
Komunikasi Publik dan Social Marketing
Komunikasi publik dan pemasaran sosial dapat bertemu pada dua hal. Yaitu,
“public communication of public interest” dan “involving public” (“Public
Communication Campaigns”, Ronald E. Rice & Charles K. Atkin, Sage, 2000). Jadi,
keduanya merupakan upaya komunikasi publik untuk menyuarakan kebutuhan
masyarakat dan sifatnya melibatkan masyarakat. Keduanya tak terpisahkan dan
saling mempengaruhi.
Mengapa upaya menyampaikan gagasan untuk mengubah perilaku
masyarakat kerapkali kurang berhasil? Atau, bahkan gagal? Salah satu penyebab,
adalah gagalnya organisasi dalam melakukan komunikasi publik. Atau, bisa jadi
gagasan organisasi tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut pakar komunikasi, Effendi Ghazali, masalah komunikasi publik dan
pemasaran sosial di Indonesia pada umumnya disebabkan karena: 1.) Publik kurang
dianggap penting di Indonesia, dan akhirnya komunikasi publik kurang berkembang.
Publik selama ini lebih diwakili oleh sekelompok orang dalam aksi demo, misalnya. 2.)
Media massa sedang ada di masa transisi dari sistem otoriter ke libertarian; 32.)
Komunikasi publik sering tercampur dengan sosialisasi, dan 43.) Pemasaran sosial
sering tercampur dengan kehumasan (Public Relation). Pada akhirnya, dibutuhkan
sebuah proses yang cukup panjang agar semua proses “belajar” masyarakat berjalan
lancar.
Konsultasi publik adalah bagian dari public communication. Public relation
merupakan salah satu alat untuk konsultasi publik. Cara melakukannya adalah
dengan menyelenggarakan forum komunikasi untuk mengonsultasikan dengan publik
tentang kepentingan publik antara pihak tertentu dengan aneka stakeholders yang
telah dianalisis sedemikian rupa relevansinya dengan kepentingan publik yang ingin
dibahas. Pentingnya 70% “Konsultasi Publik” dan 30% saja “Sosialisasi”. Yang sering
terjadi di Indonesia adalah tidak dilakukannya konsultasi publik, yang diganti dengan
penonjolan “sosialisasi”. Sosialisasi yang dimaksud adalah dalam konteks “memaksa”
atau “mempersuasi” masyarakat untuk menerima suatu kebijakan pemerintah
Yang sebaiknya dilakukan organisasi adalah mengarahkan hubungan
masyarakat (kehumasan) kepada pemasaran sosial yang sesungguhnya. Langkah
awalnya adalah dengan menciptakan makna bersama-sama dengan publik yang
menjadi sasaran program.
Hal lain yang jadi kendala, menurut Effendi, ada semacam sistem yang belum
tersentuh oleh publik dalam hal pelaksanaan konsultasi publik oleh departemen
maupun badan legislatif (DPR). Dalam pelaksanaan konsultasi publik, DPR dan
departemen sesungguhnya memiliki anggaran dalam jumlah yang cukup besar.
Effendi menyarankan instansi dan legislatif melakukan tender yang transparan agar
publik benar-benar dapat terlibat dan proses konsultasi publik benar-benar berjalan.
Inilah merupakan salah satu syarat dari social marketing efektif, yaitu formasi
kebijakan atau policy formulation.
Langganan:
Postingan (Atom)
